Mengabarkan Fakta
MasukIndeks

Muh Ikhsan Resmi Jabat Direktur Eksekutif Akademi Tunas Cendekia Indonesia

Mewarta. Com, Jakarta – Akademi Tunas Cendekia Indonesia menggelar pelantikan pengurus di Aula Kampus Prof Dr Moestopo (Beragama), Jakarta Selatan, Sabtu (6/11/2021).

Berdasakan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Pengurus Nasional Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (PN Masika ICMI), Muh Ikhsan resmi menduduki jabatan Direktur Eksekutif dan Arwin sebagai Sekretaris.

Dalam sambutannya, Ihksan mengaku sangat berterima kasih kepada seluruh pihak lantaran dukungan dan amanah baru yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Ini adalah amanah dan tanggungjawab besar yang kami harus embang. Dan kami sangat butuh dukungan dan dorongan dari semua pihak, khusus dari ICMI dan MASIKA ICMI,” katanya.

Ikhsan pun menyinggung soal pentingnya ilmu pengetahuan sebagai jembatan dalam menjajaki dunia.

“Ini adalah momentum besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kecendekiaan di era disrupsi ini. Para kaum terdidik tentunya butuh gebrakan baru,” ucap eks Direktur Eksekutif Bakornas LAPENMI PB HMI ini.

Selain pelantikan pengurus, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Simposium Nasional Tunas Cendekia yang berlangsung secara offline dan via Zoom. Wakil Ketua Umum (Waketum) PN MASIKA ICMI, Prof Ismail Suwardi Wekke mengatakan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan keilmuan di Indonesia dapat dimulai melalui pembentukan ekosistem keilmuan sejak di pendidikan dasar.

“Sejak 2018 lalu, Pengurus Nasional Masika ICMI memprogramkan Akademi Tunas Cendekia Indonesia sebagai ikhtiar mendorong dan mewadahi siswa dan juga mahasiswa, terutama strata satu (S1),” ucapnya.

“Simposium Tunas Cendikia ini dalam rangka memberikan ruang ekspesi berakademik bagi pelajar dan mahasiswa,” tambahnya.

Menurut Dosen IAIN Sorong ini, pelajar dan mahasiswa di Indonesia masih sangat diperlukan untuk berakselerasi di bidang akademik.

“Namun demikian, bukan berarti ruang eksperi akademik pelajar dan mahasiswa ini belum ada, akan tetapi masih perlu akselerasi dan dorongan yang lebih kuat agar bisa maksimal,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *