Mengabarkan Fakta
MasukIndeks

Kemah Bakti Lingkungan Mts Yayasan Arifah Gowa

Mewarta.Com, Gowa–Kemah Bakti Lingkungan, Sebagai upaya untuk melatih kemandirian, kepekaan sosial dan cinta lingkungan, MTs Arifah Gowa menggelar Kemah Bakti Lingkungan Di Awal tahun 2022. Kegiatan Kemah Bakti ini diikuti oleh 86 siswa kelas 9 siswa mts arifah dan dilaksanakan selama tiga hari, Sabtu– senin (29-31 Januari) bertempat di Bumi Perkemahan Moncong sipolong camp desa bissoloro Kecamatan bungaya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk realisasi Program Gugus Depan Pramuka Mts arifah gowa Tahun Pelajaran 2022. Tujuan lain dari kegiatan ini diantaranya adalah sebagai bentuk nyata pengabdian anggota Pramuka MTs Arifah Gowa kepada masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan, meningkatkan semangat kerja sama antar anggota Pramuka, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang sosial dan kepramukaan serta meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, life skill, ketangguhan.

Berbagai acara dalam kegiatan perkemahan ini dilaksanakan dengan penuh antusias oleh semua peserta, seperti pendirian tenda, upacara pembukaan, aneka lomba edukatif, materi keagamaan, materi kepramukaan, olahraga,dan hiking

Selain itu, kegiatan utama diisi dengan bakti sosial bersama Kepala desa bissoloro beserta seluruh jajaran pemerintah setempat yang menelusuri pelosok-pelosok desa dan ditutup dengan Penanaman bibit Pohon sebagai bentuk Gerakan peduli lingkungan Pramuka Mts Arifah…

Ditemui seusai penanaman pohon, Direktur yayasan arifah gowa sekaligus Ketua Mabigus Gerakan Pramuka Arifah, Bapak Dr. H. Muh Nurdin B,. M.Si menyampaikan, Kemah Bakti ini bertujuan membentuk karakter siswa dengan banyak berlatih disiplin, bertanggung jawab dan menumbuhkan kepekaan sosial serta kesetiakawanan. Melatih diri hidup berpisah dengan orang tua agar bisa melatih jiwa kemandirian.

“Dengan ditanamkannya kerakter displin, mandiri dan bertanggung jawab tersebut semoga menjadi generasi yang bisa menghadapi segala tantangan. Siswa memiliki pengalaman belajar lebih bermakna dengan berinteraksi langsung dengan alam terbuka. Setiap peserta Kemah Bakti harus senantiasa mencintai lingkungan dan selalu menjaga serta melestarikan alam”, Ujarnya…

Dalam kesempatan yang sama Ibu Kepala Madrasah Tsanawiyah Arifah Dra. Hj. St. Satiah menyampaikan beberapa hal kepada peserta antara lain, Dengan Kemah bakti Lingkungan maka siswa -siswa akan mendapatkan proses pembelajaran non formal yang sangat berharga yang tidak didapatkan dibangku belajar, Kegiatan ini juga memupuk rasa kebersamaan, Kerjasama serta persatuan, Diharapkan kepada seluruh peserta agar Dasa Darma Dan Tri Satya betul-betul bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan kemah bakti lingkungan juga dilaksanakan kerja bakti social seperti pembersihan Lingkungan Masjid, Pasar dan Kantor Desa Bissoloro serta Penanaman beberapa Pohon disekitar lokasi kegiatan. Ucapan terima kasih kepada Bpk Kepala Desa Bissoloro beserta jajaran, Bapak Babinsa Desa bissoloro serta seluruh Kakak Pembina dan guru-guru yang terlibat langsung dalam kegiatan ini.

Di sela-sela kesibukannya, Di temui Para pembina yang memberikan apresiasi bagi seluruh adik-adik Pramuka yang sedang mengikuti kegiatan perkemahan ini dan menyampaikan target kegiatan perkemahan ini antara lain agar peserta Kemah Bakti Lingkungan Hidup mampu menjadi generasi penerus bangsa yang disiplin, mandiri, tanggung jawab dan berakhlak mulia. Selain itu juga untuk meningkatkan kemandirian, kebersamaan, toleransi, kepekaan sosial dan cinta lingkungan.

“Setiap insan Pramuka harus mampu terjun kesemua lapisan dan kalangan masyarakat untuk berbuat lebih baik, menjadi generasi muda yang kreatif, inovatif serta inspiratif sesuai dengan perkembangan jaman. Kegiatan ini tentunya juga sebagai wadah dan sarana perekat antar anggota Pramuka Mts Arifah Gowa ”, tegas Kakak pembina.

Sementara Faid Muzadik selaku peserta perkemahan, mengaku kegiatan ini sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa.

“Kegiatan perkemahan ini memberikan pengalaman nyata untuk bisa hidup mandiri, saling bekerjasama dan berbagi saat keadaan teman lain membutuhkan, peduli terhadap lingkungan sekitar, peduli untuk melestarikan budaya daerah, dan saling menghargai serta disiplin terhadap waktu”, ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *