Mengabarkan Fakta
MasukIndeks

DPK KNPI Tinggimoncong gelar Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Mewarta.com. Gowa, Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa, melaksanakan Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan tema “Dampak Kekerasan Berbasis Media Pada Anak” bertempat di Kampung Rewako Butta Toa, Kamis (17/02/2022).

Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Camat Tinggimoncong, Ibu Iis Nurismi, S.ip  dan menghadirkan Narasumber Coach Muhammad Anwar. HM, Professional Hypnoparenting, Dosen FTK UINAM dan CEO ITMT Indonesia. Dalam sambutannya, Camat Tinggimoncong mengungkapkan bahwa perlindungan anak sangat penting. Dirinya berharap agar kegiatan-kegiatan terkait anak terus digalakkan. Merupakan upaya penguatan kapasitas bagi Kader KNPI Tinggimoncong pada khususnya dan seluruh elemen masyarakat dan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Diikuti oleh seluruh Lurah, Kepala Sekolah, guru-guru, tokoh masyarakat dan beberapa undangan se-Kecamatan Tinggimoncong. Hal ini merupakan sebuah gerakan dari kelompok warga di tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak. Kader inilah yang menjadi ujung tombak yang dapat mendeteksi kasus kekerasan hingga melakukan upaya-upaya pencegahan sebelum terjadi.

Karena fakta di lapangan membuktikan bahwa tempat yang idealnya menjadi pelindung dan bernaung anak, seperti rumah dan sekolah justru yang paling banyak menjadi tempat tindak kekerasan anak itu sendiri.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan pada anak dengan mengubah norma sosial dan praktik budaya yang menerima, membenarkan atau mengabaikan kekerasan, membangun sistem pada tingkat komunitas dan keluarga untuk pengasuhan yang mendukung relasi yang aman untuk mencegah kekerasan dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menanggapi kekerasan terhadap anak dengan melakukan jejaring dengan lembaga layanan yang tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *