Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
Opini  

Usia ke 416 Selayar Menjadi Apa?

Penulis : Suharlim Syamsuddin (Pengurus DPD KNPI Kepulauan Selayar)

Mewarta.com, Selayar — Memperingati hari jadi Selayar dari tahun ke tahun adalah sebuah prinsip niscaya lagi rasional. Karena itu sebagai bentuk dari rasa kesyukuran dan apresiasi yang tak terhingga buat para pendahulu yang telah membuka jalan kebebasan bagi rakyat Selayar.

Jika ditinjau dari kajian historis, hari jadi Selayar lahir atas karena buah kerja keras. Tetesan keringat para pemuda yang dengan gigih memperjuangkan harkat dan martabat rakyat Selayar.

Hal itu ditandai dengan gerakan para pemuda yang bertekad mengambil alih kekuasaan dari tangan Belanda. Peristiwa yang terjadi pada tahun 1605 kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Selayar pada 29 November 1605.

Namun demikian, saya tak ingin mengulas lebih jauh soal asal muasal lahirnya Selayar yang sampai sekarang bahkan seterusnya masih terus diperingati dengan penuh euforia serta disambut dengan berbagai varian kegiatan.

Tepatnya tahun 2021, hari jadi Selayar terhitung ke -416. Artinya dengan angka tersebut maka Selayar telah berusia ratusan tahun. Seyogyanya tanah kelahiran kita, tempat tumpuan harapan serta perlindungan kita di hari tua semakin mengalami pergeseran nilai yang signifikan.

Jika Selayar diibaratkan seorang anak manusia maka hari kelahirannya senantiasa diperingati setiap tahun dengan beragam varian.

Olehnya itu, jika Selayar diibaratkan sebagai anak manusia yang lahir sejak 416 yang lalu maka tentu sudah memiliki segudang pengalaman, pasang surut kehidupan sudah dialaminya dari waktu ke waktu.

Tak hanya itu, mestinya pergesaran angka peringatan kelahiran Selayar setiap tahunnya senantiasa ditandai dengan adanya loncatan-loncatan eksistensi peradaban, dari suatu keadaan yang baik menjadi yang lebih baik. Begitu pula pada tahun tahun berikutnya.

Lalu timbul pertanyaan kritis dalam benak saya, Selayar yang kita cintai saat ini sudah menjadi apa? atau sebagai apa? di hari jadinya yang telah berusia 416 ini?, Kalau sekedar diperingati setiap tahunnya adalah sebuah kelaziman. Namun secara filosofis harus dimaknai sebagai sebuah pergeseran nilai.

Secara gamblang tentu cukup menjadi diri sendiri namun identitas kediriannya mesti punya pembeda yang signifikan dari daerah lain. Paling tidak, Selayar sudah bergeser dari posisi kedua dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Harapan baik itu tak akan pernah sirna dari tahun ke tahun. Artinya Selayar tidak diharapkan akan mengalami ketertinggalan atau alienasi dari perbincangan daerah maju karena kita masih punya optimisme untuk melihat Tanadoang (Selayar) menjadi daerah yang maju dan sejahtera melalui visi besar pemimpin kita masa kini dan kedepan.

Misalkan di era kepemimpinan Muh Basli Ali – Saiful Arif, saat ini yang hendak menjadikan Selayar sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK), Kawasan Indsutri Perikanan Terpadu (KIPT), Pusat Distribusi Logistik (PDL).

Tentu semua pihak berharap tiga program prioritas tersebut bisa terealisasi dengan maksimal sehingga ada pembeda yang bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat Selayar.

Namun semua itu akan mudah terjawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas serta kerjasama dari semua pihak, begitupun konsistensi kelompok penekan (kritikus) dalam menyajikam narasi – narasi pembanding untuk kemajuan daerah.

Percayalah Selayar di usianya yang ke 416 akan semakin jauh mengalami loncatan eksistensi. Apalagi dengan adanya penguatan jaringan dari kepemimpinan kita saat ini yang hampir ada di semua level pemangku kebijakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *