Opini  

Toleransi Kuat Karena Takjil

Penulis Opini "Toleransi Kuat Karena Takjil" (Anas Januarto)

Mewarta.com, Gowa–Toleransi antar umat beragama telah menjadi topik yang sangat lumrah untuk dibahas di mana-mana. Indonesia dengan berbagai agama dan keyakinan di dalamnya tentu mengharuskan toleransi itu hidup sebagai penerang agar tidak saling bertabrakan antar umat satu dengan lainnya.

Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia juga sangat menggaungkan persoalan toleransi di tanah air. Selain itu, masyarakat Indonesia pun turut ikut berpegangan tangan untuk meningkatkan rasa toleransi. Puncak rasa toleransi itu bisa dilihat pada bulan Ramadhan. Semua umat merasakan kegembiraan pada bulan Ramadhan tahun ini.

Meningkatnya toleransi di antara umat beragama terbukti dengan adanya video-video yang tersebar di media sosial tentang bagaimana non-muslim juga ikut berburu takjil di bulan Ramadhan. Beredar juga video tentang non-muslim yang berbagi makanan dan Sembako untuk semua masyarakat, khususnya umat Islam yang tengah berpuasa.

Hal ini membuat Ramadhan tahun ini akan dikenang oleh masyarakat Indonesia. Belum lagi para selebgram, youtuber, dan artis, serta pemuka agama, semuanya memandang ini sebagai momentum untuk menguatkan persatuan kita. Beberapa video ceramah pun memperlihatkan reaksi positif dari Ulama kita. Perkataan yang menjadi top quote pada Ramadhan kali ini yakni, “Kita boleh toleransi dalam urusan ibadah, tapi dalam urusan takjil – mohon maaf kita saingan.”

Begitu pun dengan artis sekaligus youtuber, yaitu Deddy Corbuzier dalam akun YouTube-nya menampilkan program “Log In Season 2” di mana video ini tentunya mengedukasi masyarakat Indonesia akan pentingnya toleransi. Puncak keberhasilan video ini ketika mereka mengundang pembicara dari enam tokoh agama sekaligus.

Sosok Deddy Corbuzier sebagai seorang artis dan YouTuber memiliki pengaruh yang besar di kalangan masyarakat Indonesia, terutama generasi muda. Melalui platform YouTube, ia memiliki kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya toleransi antar umat beragama secara luas dan mudah diakses oleh banyak orang.

Sehingga bisa dikatakan bahwa ia dengan program “Log In” telah berhasil berkontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya toleransi antar umat beragama.

Meskipun demikian, data dari Lembaga Survei menunjukkan bahwa tingkat toleransi beragama di Indonesia meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut survei terbaru, lebih dari 80% responden menyatakan bahwa mereka merasa nyaman dengan keberagaman agama di lingkungan sekitarnya, sementara lebih dari setengah dari mereka melaporkan telah berpartisipasi dalam kegiatan lintas-agama.

Selain itu, jumlah kasus intoleransi beragama yang dilaporkan juga menurun, menandakan adanya pergeseran positif dalam sikap masyarakat terhadap perbedaan agama. Berdasarkan data-data tersebut, penulis beranggapan bahwa semangat toleransi semakin mengakar dalam masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, serta tokoh-tokoh publik seperti Deddy Corbuzier, telah membawa dampak positif dalam meningkatkan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa semangat toleransi semakin mengakar dalam masyarakat Indonesia, dan dengan upaya terus-menerus, Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara lain dalam mengelola keragaman agama secara harmonis.