Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
Opini  

Kopri Yang Maju Dan Mandiri Untuk Indonesia

Megawati Basri ( Ketua Kopri PMII Takalar )

Mewarta.Com, Takalar- Kita ketahui bersama bahwa seiring berjalannya waktu, peradaban di muka bumi ini juga terus berkembang baik dari teknologi, infrastruktur dan kebudayaan juga terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Contohnya dari sisi infrastruktur industri yang semakin melesat dari 1.0 hingga saat ini memasuki 4.0 bahkan sudah ada Negara yang memasuki 5.0 . tentunya ini harus menjadi bahan refleksi maupun sebagai bentuk renungan untuk kita bersama selaku kader PMII yang terus berfikir maju. Bahwa sebagai Kader harus selalu memiliki paradigma yang selalu menyesuaikan keadaan dan kondisi yang ada hari ini, tanpa meninggalkan budaya yang dilakukan oleh leluhur maupun orang tua kita. Sebab ada jargon yang sering kita aplikasikan bahwa “Mempertahankan Budaya Lama yang baik, dan menganbil budaya yang lebih baik”.

Korps PMII Puteri tidak bisa kita pungkiri bahwa semenjak berdirinya pada 25 November 1967, selalu mengalami pasang surut, baik dari sisi gagasan, dan gerakan .Namun eksistensi dan pergerakannya cukup mewarnai perjalanan  membela dan melindungi hak minoritas serta kebangsaan dan keagamaan terutama berkaitan dengan peran perempuan.

Arah gerak PMII, khususnya kopri harus selalu bergerak dan tidak  terfokus pada gerakan-gerakan sosial berbasis kampus saja, tetapi kopri harus selalu  menjadi rumah untuk membentuk kader yang harus selalu siap menuntaskan segala persoalan berkaitan dengan isu gender dan kekerasan sehingga mampu untuk mencetak generasi generasi pemimpin yang kedepannya mampu ditempatkan di segala lini baik di struktutural pemerintahan, akademisi, dll. Bukan hanya itu kopri PMII harus mampu membina kader maupun anggota dari tingkat rayon, komisariat, cabang untuk memberikan pembinaan baik tentang penguatan keimanan, pengetahuan keagamaan, pengetahuan sosial kemasyarakatan sehingga mampu mencetak kader yang selalu di butuhkan oleh masyarakat.

Di umur kopri yang ke 54 atau stengah Abad ini, PMII harus senantiasa menjadi wadah yang membentuk kemandirian perempuan Indonesia, karna tidak bisa kita pungkiri bahwa perempuan selalu menjadi peran utama untuk mendidik, membentuk karakter dan pribadi seseorang yang nantinya akan bergerak, menjaga dan memajukan bangsa Indonesia. Sebab kopri PMII adalah madrasah untuk yang hebat bagi perempuan perempuan Indonesia.

Seperti yang pernah di terangkan oleh Ketua Umum PB PMII di Harlah kopri PMII yang ke 54  bahwa “Jika syiar kemudian mengatakan al-ummu madrasatul ula, bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak anaknya, maka kopri adalah madrasah yang hebat bagi perempuan-perempuan Indonesia”.
Artinya bahwa untuk mencapai hal tersebut, kita harus selalu menberikan pelatihan kreativitas, inovatif, untuk menciptakan karya-karya yang nantinya akan menjadi aksi nyata sesuai harapan didalam paradigma yang pernah di sampaikan oleh Ketum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri, yaitu “Kritik Transformatif dan Produktif ”.Bahwa PMII jangan hanya selalu memberikan kritik-kritik kepada pemerintah dan institusi lainnya, namun juga harus selalu memberikan aksi-aksi nyata untuk kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *