Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
Opini  

Gaya Berpakaian Versi Wanita Akhir Zaman, Malu atau Halu?

Ilustrasi;Docpict_pixabay.com

Mewarta.com, Opini–Sudah tidak asing bagi kita melihat, menemukan, menjumpai gaya berpakaian seorang wanita yang makin hari semakin terlihat aneh bahkan dapat dikatakan telah tidak enak tuk dipandang mata, baik itu dari kalangan pelajar, pekerja, bahkan dalam ruang lingkup keluarga sekalipun. Hal ini sangat terlihat jelas bahwa terpengaruh oleh perkembangan zaman yang semakin pesat, yang terkadang mereka hanya melihat selintas hal-hal yang dianggap viral atau sedang trend dalam kalangan masyarakat. Pengaruh-pengaruh ini juga biasa berasal baik dari dalam maupun luar negeri.

Hal ini memang tidak semua terjadi pada diri setiap orang wanita. Tetapi, pada saat ini dapat kita lihat dengan saksama bahwa hal tersebut bahkan lebih mendominasi. Namun bukanlah suatu masalah, ketika banyak orang membahas perihal tingkah laku atau perlakuan seorang wanita dalam hal ini bagaimana bentuk mereka berpakaian. Bahkan ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran baru bagi semua kalangan wanita di luar sana, terkhusus pada wanita muslimah yang nantinya mereka akan menjadi seorang ibu.

Kebanyakan wanita muslimah zaman sekarang lebih mementingkan trend, gaya pada diri mereka dari pada kualitas yang mampu diperoleh ketika berpakaian. Tidak ada salahnya ketika mereka berpenampilan yang mewah dan indah guna mempercantik diri, namun itu semua ada batasan dan tempatnya, misal demi seorang suaminya.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa cara berpakaian seorang wanita zaman sekarang sudah banyak mengikuti trend dengan berbagai gaya kebarat-baratan. Trend dalam berpakaian sepertinya sudah menjadi suatu keharusan untuk diikuti perkembangannya, tanpa memperhatikan sisi negatif, unsur syariah dan norma-norma sosial dalam lingkungan masyarakat.

Lantas, seperti apa pakaian seorang wanita yang menjadi tanda akhir zaman? Dikutip dari Bondowoso Network pada kanal YouTube Pidiodak mengatakan bahwa cara berpakaian seorang wanita muslimah memang akan menjadi tanda akhir zaman. Kita ketahui bersama bahwa seorang wanita muslimah diwajibkan untuk menutup semua auratnya dengan baik.

Adapun aurat seorang wanita menurut Imam Syafi’i dalam Kitab al-Umm mengatakan bahwa batasan aurat seorang wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Turut dikemukakan Imam An-Nawawi, ulama kenamaan mazhab Syafi’iyah, mengatakan bahwa muka dan telapak tangan seorang wanita tidak termasuk aurat.
Perlu kita ketahui bahwa dalam berpakaiannya seorang wanita, ia tidak boleh menggoda atau sampai mengundang hawa nafsu seorang lelaki. Hal yang dimaksud di sini dengan berpakaian ketat sehingga mempertontonkan bentuk tubuhnya. Ini sering kita dengar dengan sebutan “berpakaian namun telanjang”.

“Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencambuki masyarakat, dan wanita-wanita berpakaian namun telanjang, mereka berpaling menyesatkan, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula dapat mencium wanginya. Padahal, wangi surga dapat tercium dari jarak sekian dan sekian,” (HR. Muslim).

Dari sini dapat disimpulkan bahwa berpakaian lah dengan baik dan benar, bukan sekadar tak terlihat namun upayakan tak sampai terbayang. Menutupi, bukan membungkus. Kalau kita cermati kata ‘menutup’ di sini berarti suatu hal yang memang tidak ingin atau tidak sepatutnya terlihat dalam bentuk gambaran sekecil apa pun. Namun, kembali ketika kita cermati kata ‘membungkus’ di sini maka dalam bayangan kita akan tetap terlihat isi dari dari pada suatu hal yang terbungkus tersebut tetapi kita tidak mengetahui seperti apa kualitas isi di dalamnya.

Ini pola pikir yang perlu diubah, bukan perihal kalian terlihat lebih cantik dengan berpakaian yang tidak seharusnya, melainkan mampu menjaga diri dengan tidak mempertontonkan bentuk tubuh mereka kepada lelaki di luar sana. Bukankah kalian terlihat lebih cantik dan istimewa ketika berpakaian dengan baik dan benar dalam menutup aurat?
Ada istilah yang mengatakan bahwa ketika ada sebuah permen yang telah dibuka bungkusnya kemudian dilemparkan ke atas tanah, maka permen itu akan kotor dan banyak semut yang berusaha tuk menikmatinya, sehingga tak ada lagi seorang pun yang mau menikmatinya.

Tetapi, ketika sebuah permen yang masih bagus dan belum terbuka bungkusnya kemudian dilemparkan ke atas tanah, maka permen itu akan tetap terlihat bersih dan semut pun enggan tuk menikmatinya, sehingga masih dapat dinikmati oleh seseorang dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *