Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
Opini  

BUDAYA  SELAYAR 4-AS

Mewarta.com, Selayar- Budaya 4-AS bukan berarti 4 kartu AS dalam deretan kartu REMI atau dalam budaya Selayar disebut dengan kartu JOKER.  tetapi budaya 4-AS adalah rangkaian budaya lokal masyarakat Selayar dalam pembentukan karakter diri dan hubungan baik diantara sesama individu di dalam masyarakat. budaya ini dimulai dari proses ASSI-ISSE (saling mengetahui,tahu),  kemudian menjadi ASSI-PAHANG(memahami lebih dalam,paham),  dan selanjutnya pada tingkatan ASSI-KAMASEANG (menyayangi sesama) dan kemudian dari dasar yang tiga AS ini membentuk karakter budaya ASSI-BALI I (Membantu sesama).

Budaya lokal diatas jika dilihat dari persfektif Komunikasi Politik akan lebih mengena dan lebih sukses Komunikasi Politik yang dilakukan jika dikaitkan dengan teori-teori dasar Komunikasi dan Politik itu sendiri.

Komunikasi politik menurut Harold D Lasswel hanya akan tercapai jika dibangun dari dasar kesamaan sumber dan sasaran.  teori ini jika dilihat dari persfektif demokrasi di tingkat lokal misal seperti budaya selayar diatas  dapat kita lihat  bahwa hubungan antara sumber dan sasaran harus terlebih dahulu dibangun dalam ikatan budaya ASSI-ISSE (saling mengetahui dan saling mengenal) .  artinya antara sumber dan sasaran harus didahului dengan ikatan PERKENALAN. dalam pergaulan masyarakat titik perkenalan itu dimulai dari saling memperkenalkan nama satu sama lain dengan saksi berjabatnya kedua tangan KANAN masing-masing kedua orang yang saling memperkenalkan diri sambil berucap nama saya dan nama saya. pada titik ini kedua orang diatas sudah mulai akan membuat titik berikutnya sampai titik ini bisa didefinisikan menjadi sebuah GARIS.  garis inilah yang akan menjadi saksi untuk melintasi ruang dan waktu terbangunnya budaya baru diantara hubungan dua orang diatas.

Dalam proses membentuk garis ini akan lahir NILAI sebagai bentukan dari pengalaman hidup atau INTERAKSI diantara keduanya sampai GARIS yang dibentuk oleh mereka berdua mencapai apa yang orang SELAYAR sebut dengan kata atau budaya ASSI-PAHANG (saling memahami lebih dalam) .

Hubungan yang dibangun oleh dua orang atau lebih yang yang sudah mencapai titik ini akan bermuara pada dua hal.  Pertama,  interaksi ini akan memutus garis ASSI-PAHANG menuju titik akhir hubungan ASSI-SALA-PAHANG (putusnya hubungan kerja sama dalam situasi yang negatif) . hal ini terjadi jika masing-masing pihak atau salah satu pihak menilai bahwa hubungan yang dibangun tidak mendapatkan nilai-nilai positif atau lebih banyak ruginya dibanding manfaatnya. kedua,  interaksi ini akan berlanjut ke hubungan yang lebih tinggi dan lebih baik lagi,  titik akan terus membuat garis dalam rentang ruang dan waktu hubungan dua orang atau lebih sampai terwujud apa yang dikenal sebagai hubungan kasih dan sayang atau ASSI-KAMASEANG. definisi ini terwujud jika kedua pihak satu orang atau lebih menyadari bahwa interaksi mereka selama ini telah banyak menghasilkan nilai-nilai positif. filsuf berkata : tak kenal maka tak sayang. tak sayang maka tak cinta.

Budaya AS terakhir adalah ASSI-BALI I.  pada titik ini masing-masing pihak sudah mampu membentuk apa yang dikenal sebagai KOMITMEN dan INTEGRITAS.  berkomitmen karena mereka sudah menjadi satu bentuk yang tidak bisa dipisahkan lagi. jika yang satu sakit,  yang lainnya juga sakit,  jika yang lainnya butuh bantuan yang satunya siap membantu.  diantara masing-masing pihak siap membuktikan bahwa apa yang mereka katakan dan ucapkan sesuai dengan apa yang mereka lakukan dan perbuat. TANPA PAMRIH dan TANPA BIAYA.

Mereka semua IKHLAS dalam bekerja dan berjuang untuk membantu saudaranya yang membutuhkan, mendukung saudaranya yang tengah berjuang untuk suatu cita-cita yang mulia dan terhormat dan merasa bahagia jika sukses dan berhasil,merasa kecewa dan sakit jika gagal. karena mereka SADAR bahwa keberhasilan dan kesuksesannya adalah hasil perjuangan bersama dan kegagalan adalah kegagalannya juga.

budaya ini adalah warisan leluhur yang disampaikan turun temurun dari generasi ke generasi dimana karena pengaruh materialisme, jabatan dan takhta sudah mulai tergeser ke pinggir. Bangunan GARIS 4-AS sebagai penjaga budaya kita di Selayar saatnya sekarang untuk kita rajut kembali. menyatukan lagi kembali semua titik-titik yang berserakan dan berhamburan itu kembali menjadi sebuah GARIS yang utuh dan indah sebagai wujud gambaran kebesaran BUDAYA dan ADAT masyakat kita di SELAYAR.

PULIH LEBIH CEPAT
BANGKIT LEBIH KUAT
DIRGAHAYU
REPUBLIK INDONESIA
77
#Rembulan  Malam
Andi Mahmud

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *