Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
News  

Pemerintah Bakal Hapus BBM Premium-Pertalite, Begini Tanggapan PB HMI

Fungsionaris PB HMI Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba, Syukurdin

Jakarta – Pemerintah saat ini berencana untuk menghilangkan atau menghapus jenis bahan bakar minyak (BBM) premium dan pertalite dimulai pada 2022.

Pasalnya, dengan ada rencana pemerintah untuk menghapus BBM jenis Premium dan Pertalite untuk memperbaiki kondisi lingkungan dengan alasan mendorong pengguna BBM ramah lingkungan. Sebab, BBM yang dinilai ramah lingkungan yakni memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) di atas 91.

Menggapai hal tersebut, Pengurus Besar Himpunan Masiswa Islam (PB HMI) Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba, Syukurdin menyarankan agar Pemerintah lebih mempertimbangkan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Terlebih para pengguna BBM jenis Pertalite kebanyakan dari masyarakata kelas menengah ke bawah.

“Pemerintah harus mempertimbangkan keputusan yang akan ambil. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, kondisi ekonomi belum stabil. Ini akan menyushakan rakyat,” kata Syukurdin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/12/2021).

Ia beranggapan, roadmap BBM ramah lingkungan sebenarnya merupakan langkah yang baik dalam mengurangi penyemaran polusi. Namun di sisi lain, akan berdampak pada kesenjangan ekonomi ketika masyarakat dianjurkan menggunakan Pertamax yang harganya jauh lebih mahal.

“Kita ambil contoh, kebanyak dari mereka (pengguna BBM) dari kaum miskin hinggan di tingkat menengah. Misalkan, bagi para Tukang Ojek Online dan sopir angkutan umum mencari nahkah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari akan membebani ketika diarahkan menggunakan BBM jenis Pertamax yang harganya lebih mahal dari Premium dan Pertalite,” ungkanya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan soal uapaya Pemerintah menghapus BBM jenis Premium dan Pertalite menggatikan BBM ramah lingkungan dan berkualitas baik, yakni penggunaan Pertamax.

“Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” ujar Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih dalam Focus Group Discussion, Senin (20/12).

Premium RON 88, kata Soerjaningsih, saat ini hanya digunakan oleh tujuh negara saja. Volume yang digunakan pun sangat kecil. Kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik, menjadi salah satu penyebabnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *