Mengabarkan Fakta
MasukIndeks

MIN 2 Pallangga Gowa Sukses Gelar In House Training bagi Guru bertema Hypnoteaching

Gowa-Mewarta.com. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN 2) Gowa sukses menggelar In house Training bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Kegiatan dengan tema hypnoteaching bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh tenaga pendidik dan kependidikan khususnya mengenai metode mengajar, juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan serta mengembangkan pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan di MIN 2 Gowa diikuti oleh seluruh guru dan para pendidik di sekolah mitra dan juga diikuti oleh mahasiswa FTK UINAM yang tengah melaksanakan PLP 1 di MIN 2 Gowa (21/2/2023) pukul 13.00 s/d 15.30 WITA.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bapak H. Abd Chalid, S.Pd., M.Pd selaku Kepala Madrasah MIN 2 Gowa, dan dipandu oleh Ust. Haerul Akbar, S.Pd.I.  Abd. Chalid dalam sambutannya menjelaskan bahwa “guru harus terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidik, salah satunya dengan mengikuti kegiatan IHT dengan penuh semangat. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih bagi guru terlebih dalam metode pembelajaran yang efektif di era saat ini.” Imbuhnya

Haerul selaku moderator yang juga guru di MIN 2 Gowa menjelaskan bahwa dari kegiatan ini diharapkan bahwa seluruh guru mampu memahami konsep, cara mengembangkan, merancang metode sekreatif dan seinovatif mungkin kepada siswa, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya -besarnya kepada pemateri dan seluruh guru yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan dengan baik. Pungkasnya.

Kegiatan inti dalam kegiatan IHT ini adalah Pemaparan pemateri dari Bapak Muh Anwar. HM yang menjelaskan tentang hypnoteaching mulai dari refleksi guru memulai pembelajaran dikelas hingga mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam pemaparannya “Guru abad 21 perlu keterampilan dalam mendidik siswa, komponen utamanya yakni, Kualitas karakter, literasi dasar dan kompetensi Siswa dalam memecahkan masalah adalah urgensi dari kemerdekaan siswa dalam belajar termasuk didalamnya metode yang digunakan oleh guru dalam menghidupkan kelas agar lebih pembelajaran lebih menyenangkan.

Lanjutnya, “guru dan murid harus saling berkolabolarasi serta memiliki kebebasan untuk bisa belajar mandiri serta memberi ruang untuk bersama.” Tegas Anwar.

Penulis: Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *