Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
News  

Mahasiswa Sulbar di Jakarta Kawal Proyek Tribun Pancasila Polman Senilai 3,2 Milliar

Foto: Ketua Umum Serikat Akademisi Nasional Sulawesi Barat, Irwan Sipattongan

Mewarta.Com, Jakarta – Pembangunan Tribun Pancasila Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menuai sorotan berbagai pihak. Salah satunya Serikat Nasional Akademisi Sulawesi Barat (SANDEK Sulbar) yang berpusat di Jakarta.

Proyek besar di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu menelan anggaran senilai Rp3,2 milliar.

Namun, dalam proses pengerjaannya diduga kuat terdapat indikasi korupsi oleh oknum pejabat dan kontraktornya di Sullbar.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum SANDEK Sulbar, Irwan Sipattongan pada Pelantikan Pengurus Sandek Sulbar pada Sabtu, 5 Februari 2022 di Gedung Perpusnas RI, Jakarta Pusat.

Pria kelahiran Polewali Mandar Ini menambahkan, bahwa selama ini di Sulbar banyak keganjalan proyek pembangunan termasuk mainan oknum pejabat bersama kontraktornya yang mencurigakan. Diantaranya pembangunan Tribun Pancasila di Kabupaten Polewali Mandar dengan nilai proyek sebesar Rp 3,2 milliar.

“Temuan-temuan yang kami peroleh dari pembangunan Tribun Pancasila menelan Rp 3,2 milliar ini akan kami kawal terus, apalagi Mahasiswa Jakarta lebih dekat aksesnya dengan kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kejaksaan Agung dan Mabes Polri. Kami mencurigai ada oknum pejabat yang bermain dengan kontraktornya,” katanya.

Pada kesempatan itu pula,Irwan menyampaikan beberapa poin program kerja strategis pengurus ke depan, diantaranya mengenai soal akselerasi pembangunan Provinsi Sulawesi Barat yang masih terbilang minim pengawasan.

“Kita pastikan fungsi control mahasiswa Sulawesi Barat di Jakarta akan kita jalankan semaksimal mungkin, ini dalam rangka pengawasan,” kata Irwan yang Baru saja dilantik beberapa hari yang lalu.

Periodesasi kepemimpinan Irwan Sipattongan juga mendeklarasikan beberapa lembaga profesi, salah satunya di bidang Hukum dan Advokasi dalam rangka penguatan kelembagaan yang akan lebih fokus kepada mahasiswa sesuai jurusan, minat dan bakatnya.

“Seperti soal kasus indikasi yang mencurigakan pada proyek Tribun Pancasila itu, kita perintahkan ke Lembaga Hukum dan Advokasi agar melakukan kajian dan langkah hukum agar lebih fokus menangani perkara tersebut dan jika kuat dugaan ada tindak pidana korupsinya, maka kami akan turunkan pasukan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *