Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
News  

LP Ma’arif NU Gelar Training of Trainer Literasi Numerasi Fasilitator Daerah Program Organisasi Penggerak

LP Ma’arif NU Gelar Training of Trainer Literasi Numerasi Fasilitator Daerah Program Organisasi Penggerak.

Mewarta.com, Makassar- LP Ma’arif NU gelar Tranining of Trainer Literasi Numerasi Fasilitator Daerah Program Organisasi Penggerak di hotel Aryaduta Makasar yang berlangsung selama tiga hari, (25-27 Juli 2022). TOT ini merupakan rangkaian lanjutan POP yang diikuti oleh Fasda dari dua provinsi yaitu Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

Hadir membuka acara ToT Fasilitator Daerah jenjang SD, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel, Dr. KH. Hamzah Harun Al Rasyid, Lc, MA. Pada kesempatan tersebut KH. Hamzah Harun berpesan kepada seluruh Fasda agar fokus dan serius dalam mengikuti ToT kali ini agar mereka menjadi fasilitator yang terampil untuk menjadi trainer bagi kepala sekolah dan guru sekolah sasaran Program Organisasi Penggerak kerjasama LP Ma’arif NU dan Kemendikbudristek.

“Fasilitator Daerah memiliki tugas untuk menjauhkan anak didik dari kemunafikan intelektual, dan harus mampu terampil menjadi trainer Literasi-Numerasi”, terangnya pada pembukaan acara.

Lebih jauh Dia mengatakan,  bahwa saat ini banyak orang yang pandai memahami dan memaknai teks yang tertulis, namun tidak paham memaknai yang tidak tertulis.

“Jadi yang tidak tertulis itu adalah attitude, yakni sikap, perilaku yang perlu dipahami dan diwariskan pada siswa demi terwujudnya penguatan karakter generasi-generasi penerus bangsa,” tegas KH. Hamzah Harun.

Harianto Oghie, selaku Sekretaris LP Ma’arif NU PBNU juga berpesan kepada seluruh peserta ToT untuk melakukan penguatan karakter peserta didik selain meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi.

“Ilmu pengetahuan dapat dipelajari melalui LMS dan kemajuan teknologi, tapi harus dipahami bahwa pembentukan karakter tidak akan didapatkan pada ranah teknologi tapi pada transfer pembentukan karakter lewat suri tauladan dari guru-guru dan kyai-kyai kita zaman dulu yang diajarkan dengan ikhlas tanpa pamrih,” tutup Harianto Oghie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *