Mengabarkan Fakta
MasukIndeks

Farhan Bocah Berusia 12 Tahun Isi Kultum di Masjid Mujahidin Romang Polong Gowa

Gowa, mewarta.com. Sosok bocah bernama Farhan Dwiputra, santri kelas VII Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin Kabupaten Gowa  sedang berdiri di tengah para jama’ah memberikan kultum alias kuliah tujuh menit dengan berkopiah hitam dan mengenakan baju koko, si bocah terlihat serius memberikan ceramah (kultum).

Sementara, jamaah yang kebanyakan orang dewasa terlihat menyimak ceramah kultum sang bocah, Kamis (6/10/2022). Bocah berumur, 12 tahun, yang kali pertama mengisi kultum ba’da Maghrib di Masjid Mujahidin, Romang Polong Somba Opu Kabupaten Gowa.

Bocah yang akrab disapa Farhan itu adalah anak kedua dari pasangan Bapak Muhammad Anwar. HM dan ibu Sophia Azhar, yang juga cucu dari Prof. Dr. H. Azhar Arsyad. M.A (Rektor Institut Parahikma Indonesia) yang saat ini tengah menjalani pendidikan di  Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin.

“Farhan aktif ikut shalat jamaah di mesjid Mujahidin ketika masa liburan bulanan tiba (perpulangan) bersama sang ayah yang kebetulan lokasi masjid berdekatan dengan rumahnya,” kata Sophia. Pada awalnya sebelum dia berani memberikan kultum, Farhan bersama sang kakek menunaikan kegiatan ibadah dan lainnya di Aula Kampus IPI dan sering melihat para mahasiswa berpidato dan berceramah. “Dia pikir masih muda-muda kok boleh ngisi ceramah, akhirnya dia bilang kepada kakeknya kalau dia juga ingin seperti mereka (mahasiswa IPI),” katanya. Sang kakek pun bukan main senangnya melihat semangat cucunya.

Keberanian Farhan itu membuat pasangan orangtua Muhammad Anwar dan Sophia Azhar pun bersyukur gembira. “Alhamdulillah semoga menjadi anak yang saleh yang mampu mengangkat derajat orangtua, dan kelak menjadi kebanggaan orangtua karena dia adalah salah satu aset terbesar kami,” tambah Sophia.

Dg. Sigollo, Salah satu jama’ah yang juga sebagai Ketua pengurus Masjid Mujahidin merasa sangat terkesan dan terkesima dengan kepercayaan diri serta keberanian yang dimiliki oleh Farhan, “setahu saya anak ini dulu suka lari-lari di masjid (hyperaktif), tapi sekarang berubah  180 derajat, sesuatu yang membanggakan bagi kami sebagai orangtua dan kami berharap ini bisa menjadi contoh bagi anak-anak yang lainnya” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *