Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
News  

Demo Aliansi Organda Sulsel, Mahasiswa Kabupaten Selayar Persoalkan Bantuan Korban Gempa Belum Cair

Demo Aliansi Organda Sulsel

Mewarta.com, Makassar– Aliansi Organisasi Daerah di Sulawesi Selatan menggelar aksi demonstrasi di DPRD Provinsi dalam menyikapi persoalan isu-isu nasional dan isu-isu daerah di Sulawesi Selatan, Kamis (14/04/2022).

Salah satu yang tergabung dalam aliansi tersebut yakni Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Selayar (DPP HPMKS).

Pihaknya menyikapi persoalan bantuan 8 M dari Gubernur untuk korban bencana Gempa Bumi NTT 7,4 SR yang terjadi pada 14 Desember 2021 dan menimpa 2 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar yakni Kecamatan Passimarannu dan Passilambena.

Salah satu perwakilan dari HPMKS menyampaikan orasi ilmiahnya meminta kepada Gubernur Sul-Sel untuk mendesak PEMDA Selayar agar segera memproses penyalurkan Bantuan 8M kepada masyarakat terdampak Gempa Bumi di 2 kecamatan Passimaranu dan Passilambena.

“Kami minta Pemprov mendesak PEMDA Selayar agar segera mengeluarkan pernyataan penetapan penyaluran Bantuan 8 M,” tegas Abidin selaku Korlap dari HPMKS.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas BPBD & PERKIM karena dianggap lambat dalam menangani bantuan 8M.

Mewakili Mahasiswa yang tergabung dalam lembaga DPP HPMKS, Abidin sangat menyayangkan apabila Pemda dalam hal ini Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar tidak memberikan sikap tegas kepada tim fasilitator untuk segera menyalurkan bantuan 8M tersebut.

“Mengingat keterlambatan penyaluran Bantuan tersebut sudah molor 4 bulan, sementara masyarakat yang terdampak sangat mengharapkan bantuan itu bahkan sebagian besar yang mengalami kerusakan berat akibat Gempa Bumi belum mengambil tindakan perbaikan karna sudah terlanjur berharap akan bantuan dari pemerintah,” ucap Abidin

Lebih lanjut, dalam orasinya menyampaikan bahwa dalam momentum bulan Ramadhan, mestinya masyarakat sudah harus menikmati dan menjalankan ibadah puasa tanpa harus memikirkan beban atas kerusakan rumahnya, namun sampai hari ini sangat miris melihat kondisi Masyarakat di 2 kecaman tersebut. otomatis dari masyarakat terdampak akan sangat membutuhkan bantuan tersebut.

“Sejak bulan Desember, tepatnya dua hari pasca Gempa bumi dari Pemerintah Provinsi telah melakukan penyerahan simbolis kepada Pemerintah Daerah, berupa bantuan 8M untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi. Namun sampai hari ini kami belum mendengar kejelasan terkait kapan akan disalurkan bantuan 8M tersebut kepada masyarakat,” ungkap Abidin.

Terakhir dalam orasinya, pihaknya menegaskan bahwa apabila dalam waktu yang tidak lama ini belum ada progres dari instansi terkait, maka mahasiswa yang tergabung dalam lembaga DPP HMPKS akan melakukan aksi Demontrasi di Kabupaten kepulauan Selayar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *