Mengabarkan Fakta
MasukIndeks

Beri Motivasi Santri RTQ Tarakan, Coach Anwar : Harus Jadi Santri Super

Tarakan, Mewarta.Com– Coach Muhammad Anwar mengunjungi Yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an Tarakan Kalimantan Utara dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Hypnoteaching bagi para Guru (22-23/1/2023).

Beliau menyempatkan diri untuk bertemu dengan para santri y usai shalat Maghrib berjamaah dengan para santri, Anwar didampingi oleh salah satu pembina Ust. Sutami, S.Farm lantas beramah tamah dengan para santri yang berjumlah 329 orang

Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh Anwar, yang juga sebagai Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk memompa semangat sekaligus memberikan motivasi para santri untuk belajar, terutama memperdalam ilmu agama di pesantren.

”Kalian yang menjadi santri disini harus menjadi santri yang super. Santri  memiliki wawasan luas, kemampuan agama, berbahasa asing baik Inggris maupun Arab dengan baik,” kata Anwar.

Dikatakan Anwar, selama di pesantren, anak-anak harus bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka boleh bermain sambil belajar, namun tetap terukur. ”Kalau bermain dengan teman-teman harus terukur. Jangan sampai berlebihan karena itu bisa membahayakan,” urainya.

Anwar juga berpesan kepada para santri untuk selalu memohon doa kepada orangtua. Sebab, doa orangtua merupakan kunci sukses bagi santri. ”Kalau ada orangtua yang membesuk ke pesantren, jangan hanya oleh-olehnya yang ditanyakan. Tapi minta, ’Bapak, Ibu, saya minta untuk didoakan’ Jangan lupa itu. Sebab kalau selalu dapat doa orangtua, meskipun belajar sedikit insyaallah berkah,” tuturnya.

Beliau juga berpesan agar para santri bisa betah tinggal di pesantren untuk menyiapkan diri menjadi generasi muda yang unggul, baik di bidang agama maupun ilmu pengetahuan umum. Ia juga mengingatkan bahwa masa muda harus benar-benar dimanfaatkan betul untuk menimba ilmu dan menempa diri sebaik mungkin sebagai persiapan hidup dimasa depan, terutama persiapan untuk hidup di hari akhir.

Selain itu, niat dalam mencari ilmu adalah untuk menghilangkan kebodohan, baik kebodohan diri sendiri maupun orang lain. ”Karena tidak semua orang beruntung bisa mondok. Kalian yang beruntung nantinya harus ikut menghilangkan kebodohan di kampung-kampung kalian. Jadi bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain,” kata Anwar.

Para santri jangan pernah berkecil hati, atau ragu menimba ilmu di ponpres. Ponpres adalah lembaga keagamaan, yang memberikan pendidikan dan pengajaran serta mengembangkan dan menyebarkan agama Islam. Tempat lahirnya para Alim Ulama.

Para santri bisa bersaing dengan mereka yang menimba ilmu diluar ponpres, contohnya banyak universitas, instansi pemerintah yang memberikan penghargaan khusus bagi para penghafal Al Qur’an 20,30 juz, mereka bisa bersaing masuk universitas tanpa harus melalui tes dan bisa mengikuti seleksi polisi dan tentara.

Anwar juga berpesan agar para santri bisa betah tinggal di pesantren. ”Kalau misalnya sekarang belum kerasan, itu biasa. Terus belajar dengan riang gembira. Mudah-mudahan berhasil dan sukses,” Pungkasnya. (AWR)

Penulis: Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *