Mengabarkan Fakta
MasukIndeks

Hinaan Menuju Pintu Kesuksesan

Doctpict_Pixabay

Mewarta.Com, Makassar-Rasa hina seringkali membuat seseorang tersakiti hingga akhirnya terjatuh dan tidak mungkin bisa berbuat apa-apa lagi, namun jangan biarkan diri kalian terjebak akan hal itu. Jika kalian mendapatkan hinaan, caci-makian dari orang-orang di sekeliling kalian maka terimalah dengan lapang dada dan jadikan itu semangat yang kuat untuk kalian bisa bangkit dan kalian bisa sukses, buktikan kepada mereka bahwa kalian juga berhak untuk bahagia dan berhak untuk sukses tanpa harus menerima hinaannya kepadamu.

Dalam buku Deassy M. Destiani (Bukan Untuk Dibaca) bahwa dikisahkan seorang pemuda yang memiliki pekerjaan di bidang marketing buku. Hingga suatu hari, sang atasan meminta pemuda tersebut masuk bekerja dengan mengantarkan sebuah pesanan buku di sebuah kampus. Lalu berangkatlah pemuda tersebut dan menurut perintah atasannya bahwa tempat untuk menyimpan pesanan buku tersebut di perpustakaan lantai 7, lalu sang pemuda kemudian melihat ada sebuah lift yang berniat untuk sampai ke lantai 7 dengan menggunakan lift tersebut. Namun apa yang terjadi berikutnya, sang pemuda kemudian di datangi oleh seorang satpam dan mengatakan “ lift ini untuk professor dan dosen, lainnya tidak diperkenankan memakai lift ini, kau harus lewat tangga!”

Kemudian pemuda tersebut berkata “maaf pak, saya hanya ingin mengantar buku sebanyak ini kepada bagian perpustakaan di lantai 7, inikan buku pesanan kampus ini!. Akan tetapi satpam tidak memberikan izin kepada pemuda tersebut dan bahkan ia hanya tambah memarahinya saja “ saya bilang tidak yah tidak boleh kau bukan professor ataupun dosen, saya mengenal satu persatu dosen dan professor disini, anda tidak boleh menggunakan lift ini”. Perdebatan panjang pun terjadi antara kedua orang tersebut hingga sang pemuda berpikir sejenak, jika ia harus melewati anak tangga untuk sampai ke perpustakaan lantai 7 maka ia bisa saja menghabiskan bolak-balik anak tangga sebanyak 20 kali atau mungkin saja lebih dari itu.

Akhirnya karena merasa kesal dengan perlakukan satpam yang melarangnya naik lift maka sang pemuda kemudian meletakkan buku-buku pesanan tersebut di sudut ruangan lalu pemuda tersebut pergi begitu saja tanpa harus pamit ke satpam tersebut. Dan sesampainya di kantornya ia kemudian menjelaskan peristiwa yang dialaminya kepada atasannya tersebut, dan sang atasan tidak memarahinya karena mengerti dan paham tentang kondisi yang dialaminya, akan tetapi yang terjadi berikutnya ialah sang pemuda tersebut merasa kesal, marah, kecewa karena di hari pertama ia bekerja sudah mendapatkan ujian yang seperti itu. Lalu sang pemuda pun keluar dari kantor lalu ke toko buku untuk membeli buku. Sang pemuda tersebut sambil meneteskan air matanya ia bersumpah, “saya harus belajar dengan keras, saya harus bisa lulus masuk perguruan tinggi, saya tidak akan membiarkan dilecehkan dan dihina orang lain lagi” padahal dulunya sang pemuda tersebut tidak ingin melanjutkan pendidikannya dan Ia lebih memilih untuk bekerja saja.

Waktu berjalan dengan cepat hingga 6 bulan sebelum ujian, maka sang pemuda terus belajar hingga menghabiskan 14 jam setiap harinya untuk belajar karena waktunya sudah mendekat dan itu tidak bisa diundur-undur lagi. Dan ketika ia merasa bermalas-malasan maka yang muncul dalam ingatannya ialah hinaan dari satpam yang ia temui dulunya di depan lift yang tidak mengizinkannya untuk memakainya lalu semnagtnya akan kembali hingga ia bisa meraih apa yang di inginkannya. Akhinya waktu telah tiba, pemuda tersebut berhasil lulus di salah satu kampus dan mengambil Fakultas Ilmu Kedokteran, dan tanpa terasa 20 tahun telah berlalu sang pemuda tersebut menjadi seorang dokter spesialis bedah yang terkenal.

Hingga suatu hari sang pemuda tersebut merenung di ruang kerjanya, dan mengatakan bahwa di balik kesuksesan dan keberhasilannya saat ini ialah jika bukan karena satpam yang sengaja mencacinya dan mempersulitkannya maka ia tidak akan bisa berhasil sampai detik ini. Dan pemuda tersebut mengapus air matanya dan baru menyadari bahwa ia berutang budi kepada satpam yang telah menghinanya dulu didepan lift tersebut.

Ingatlah bahwa terkadang motivasi yang kuat itu datangnya dari dalam diri kalian yang mungkin dihina, dicaci-maki oleh orang lain yang ada disekitar kalian, namun siapa sangka dari hinaan tersebut mampu membuatmu lebih semangat dalam mencapai apa yang kalian inginkan. Olehnya itu dengarkan saja segala hinaan yang tertuju kepadamu dan ingatlah bahwa dengan tekat dan semangat yang kuat maka ia akan melihatmu jadi orang yang sukses nantinya. Namun jangan pernah bersikap sombong kepada sesorang yang penah menghina kalian, karena bisa jadi berkat hinaan mereka kalian sudah bisa mendapatkan apa yang kalian inginkan.

“Hinaan, Caci-Makian, Ejekan Dari Orang Lain…Kalian Tidak Pernah Tau dengan Adanya Itu Semua, Maka Akan Menjadikan Dirimu Menemukan Pintu Menuju Kesuksesanmu…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *