Mengabarkan Fakta
MasukIndeks

Hasmah, Lansia Relawan COVID-19 dan Perjuangannya Mendapatkan Vaksinasi

Docpict(Gambar Gratis) by SS Pixabay.com: Ilustrasi

Mewarta.com,- Lansia termasuk kelompok rentan COVID-19. Oleh sebab itu, kebanyakan dari mereka memilih berdiam diri di rumah, agar terhindar dari ancaman coronavirus. Namun tidak demikian dengan Hasmah. Meski sudah tergolong lanjut usia, perempuan yang juga pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini masih kerap keluar rumah, karena aktif terlibat sebagai relawan penanganan COVID-19.

Setelah pensiun pada 2018 lalu, Hasmah yang terakhir mengemban jabatan sebagai Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan, Kabupaten Sinjai, masih aktif melakukan berbagai kegiatan organisasi. Saat ini, perempuan kelahiran Sinjai 62 tahun lalu ini menjabat sebagai Wakil Ketua II Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Hasmah juga mengemban amanah sebagai Sekretaris Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).

Melalui berbagai kegiatan dan pengalamannya berorganisasi, lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar (UNHAS) ini bertemu dengan banyak orang, termasuk kelompok lansia. Hasmah juga turut menebar semangat kepada siapa pun lansia yang ditemuinya agar tetap menjaga kesehatan, berkarya, dan produktif.

Tren kasus COVID-19 yang cenderung meningkat pada Maret 2020 dan adanya pembatasan sosial, membuat Hasmah harus membatasi aktivitas di luar rumah. Kondisi terbatas tak lantas membuat Hasmah berdiam diri.

“Di awal masa pandemi, saya tidak dapat melakukan aktivitas di luar rumah sama sekali. Akhirnya selama di rumah, saya mengisi waktu dengan mencari berbagai berita mengenai COVID-19 dari sumber-sumber yang terpercaya, seperti website resmi dari Kementerian Kesehatan maupun media online. Hal yang saya ingin ketahui saat itu terutama tentang bagaimana protokol kesehatan bisa melindungi kita dari infeksi COVID-19,” jelas Hasmah.

Hasmah pun sadar betul bahwa COVID-19 merupakan penyakit yang berbahaya. Maka taat prokes COVID-19 sangat penting agar terhindar dari penyakit yang mematikan itu. Paham mengenai prokes menjadi modal bagi Hasmah dalam menyebarkan pesan edukatif kepada lansia lainnya. “Dengan banyak membaca tentang manfaat protokol kesehatan, akhirnya saya menjalankannya, dan hal ini saya sampaikan juga pada teman-teman dan tetangga di lingkungan saya,” jelasnya.

Saat kembali berkegiatan sebagai organisatoris, Hasmah selalu menekankan pentingnya mematuhi prokes. Seperti mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Peringatan itu disampaikan kepada siapa saja yang ia temui, terutama lansia.

Di Kabupaten Sinjai, Hasmah telah mendatangi sedikitnya 10 kecamatan untuk melakukan penyuluhan terkait COVID-19. Hal itu ia lakukan karena merasa punya tanggung jawab memberi pemahaman kepada sesama lansia. “Informasi terkait dengan COVID-19 ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama lansia, karena mereka memiliki keterbatasan untuk mendapatkan informasi tersebut,” jelasnya.

Saat pemerintah melakukan program vaksinasi COVID-19, Hasmah pun menyambut baik. Sebagai sosok yang aktif melakukan edukasi mengenai COVID-19, ia paham betul bahwa vaksinasi ini akan menekan gejala dan konsekuensi kesehatan yang ditimbulkan apabila terinfeksi COVID-19.

Hasmah pun melakukan berbagai aktivitas penyuluhan terkait pentingnya vaksin COVID-19. Ia memulainya pada lansia di lingkup PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Sinjai. Selain itu, Hasmah juga mengedukasi dan mengajak para lansia saat pembinaan kelompok pembuat gula merah. “Para pembuat gula merah kalangan lansia kami ajak untuk mengikuti program vaksinasi demi mendapat kekebalan tubuh biar tetap sehat,” kata Hasmah

(Hasmah (kedua dari kiri) saat melakukan edukasi mengenai vaksinasi COVID-19 pada lansia pembuat gula merah. Foto: Dok Pribadi)

Pada bulan Ramadhan lalu, Hasmah juga melakukan serangkaian kegiatan Safari Ramadan. Kegiatan itu dimanfaakan untuk mengedukasi lansia agar dapat mengikuti program vaksinasi dosis pertama, kedua, dan ketiga.

“Banyak orang terutama lansia merasa takut dengan program vaksinasi COVID-19, pada awalnya, padahal vaksinasi ini penting terutama untuk lansia, agar ketika kita terinfeksi maka gejalanya akan lebih ringan dibandingkan jika tidak melakukan vaksinasi COVID-19,” tuturnya.

Hal ini sejalan dengan data yang disampaikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bulan Maret 2022, dimana, vaksinasi dua dosis akan memberikan perlindungan dari risiko kematian hingga 67% dan vaksinasi tiga dosis lengkap akan memberikan perlindungan dari risiko kematian hingga 91%.

Awal Juli 2021, Hasmah memutuskan untuk ikut vaksinasi COVID-19 dosis pertama. Sayangnya, ia dinyatakan tidak lolos screening vaksin COVID-19 karena tekanan darah dan kadar gula darahnya masih tinggi saat itu. Petugas vaksin pun menyarankan agar Hasmah memperbaiki pola hidup dengan mengonsumsi makanan yang bergizi.

Hasmah bercerita, demi bisa ikut vaksinasi, ia disiplin menerapkan pola hidup sehat. Mengonsumsi makanan yang bergizi, serta rajin olahraga. “Saya rajin makan sayur, seperti daun kelor,” kata Hasmah. Pola hidup sehat itu dilakukan selama kurang lebih dua bulan.

Hingga bulan ketiga, Hasmah merasa kondisi kesehatannya sudah membaik dan stabil. Ia lalu memutuskan untuk kembali ke puskesmas. Tujuannya mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama. “Demi mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama, awalnya saya kembali datang ke puskesmas yang jaraknya 25 kilometer dari rumah saya di Sinjai. Namun di tempat tersebut, layanan untuk lansia sudah tutup, akhirnya saya mencari lagi tempat vaksinasi lainnya,” jelasnya dengan penuh semangat.

Setelah melanjutkan perjalanan mencari tempat vaksinasi lainnya, akhirnya, ia mendapat informasi bahwa Polres Sinjai tengah melakukan vaksinasi COVID-19. Di sana, ia pun dinyatakan lolos screening dan dapat divaksin COVID-19 dosis pertama.

Perjuangannya yang gigih dalam mendapat vaksin COVID-19 menjadi hal yang berharga bagi Hasmah. Ia merasa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat divaksin. Petugas vaksin akan memberi edukasi mengenai vaksin COVID-19. Termasuk mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bagi lansia. “Jadi, petugas vaksin memberitahu kita tentang jenis-jenis vaksin. Utamanya jenis vaksin yang cocok untuk kalangan lansia,” tutur Hasmah.

Vaksinasi COVID-19 memberi dampak positif bagi Hasmah. Ia pun merasa lebih bersemangat melakukan berbagai aktivitas karena dirinya merasa dirinya lebih terlindungi dengan sistem kekebalan tubuh yang diperkuat oleh vaksin. Ia pun menceritakan pengalamannya ini kepada rekan-rekan lansia lainnya.

Pandemi COVID-19 di Tanah Air memang sudah melandai. Tapi bagi Hasmah, taat prokes tetap menjadi prioritas, terutama bagi lansia. “Saya kalau di pete-pete selalu peringatkan orang untuk tetap pakai masker,” tegas Hasmah.

Apa yang dilakukan Hasmah adalah langkah nyata keterlibatan lansia dalam penanganan COVID-19, baik partisipasinya dalam program vaksinasi maupun komitmennya dalam melakukan protokol kesehatan, karena kita semua belum terlindungi, jika masih ada yang belum terlindungi.

Penulis: Widya Rosalina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *