Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
Kampus  

Tingkatkan Pelayanan, Perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINAM Terapkan Layanan Musik Intsrumental

Ruangan Perpustakaan FTK-UINAM

Mewarta.Com, Makassar–Nongkrong bersama teman sambil menyeruput teh atau kopi, itu biasa. Tapi untuk mendengar musik instrumental sambil baca buku, belum tentu semua tempat bisa. Sejak di Kepalai oleh Muhammad Anwar. HM atau sekitar tahun 2020-an , perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menyiapkan fasilitas bernama “Refreshment Music” alias Musik Intrumental untuk para pengunjungnya.

Refreshment Music terdapat di perpustakaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar adalah sebuah ruangan yang terletak dilantai II lokasi di mana perpustakaan tersebut berada. Di dalamnya terdapat beberapa meja baca, rak buku dan rak buku khusus display dari beberapa penerbit yang telah bekerjasama dengan perpustakaan serta meja sirkulasi dan sebuah televisi yang berfungsi untuk memutar music intrumental.

Amelia, salah satu mahasiswi dari prodi Manajemen Pendidikan Islam mengaku jadi lebih sering datang ke perpustakaan setelah ada Refreshment Music. Mahasiswi MPI ini bahkan telah menjadikan perpustakaan sebagai tempat singgah utama saat jeda kuliah. Menurut dia, Refreshment Music sangat nyaman untuk beristirahat atau kerja kelompok. Amel sapaan akrabnya bahkan menyarankan agar ruangan itu diperluas lagi.

Kepala Perpustakaan Muhammad Anwar. HM mengatakan bahwa keberadaan Refreshment Music memang dimaksudkan untuk memberikan suasana baru bagi para pengunjung perpustakaan. Mereka yang merasa lelah karena membaca atau belajar, dapat beristirahat sejenak di ruangan tersebut, sambil mendengarkan musik instrumental dan bercakap bersama teman.

“Sekarang zaman sudah berkembang jauh. Pengunjung yang kami layani juga karakternya berubah. Mayoritas yang datang ke sini kan mahasiswa kelahiran tahun 90-an sampai tahun 2000-an, yang notabene “Gen Z”. Mereka cenderung fasih dengan teknologi dan menyukai hal-hal yang bersifat aplikatif dan menyenangkan. Jadi pelayanan perpustakaan pun harus beradaptasi dengan kondisi tersebut,” ujarnya.

Anwar juga berharap kehadiran Refreshment Music dapat sedikit demi sedikit mengubah citra perpustakaan yang umumnya masih identik dengan tempat yang membosankan. “Kalau citra perpustakaan sudah bagus, orang sudah betah di sana, maka hanya masalah waktu saja mereka untuk tertarik mengakses sumber-sumber daya keilmuan yang ada di perpustakaan. Jadi pengunjung minat bacanya naik, dan tahu lebih banyak,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *