Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
Kampus  

Pusat Studi Gender dan Anak UIN Alauddin Makassar Menerima Kunjungan dari Pemda Balikpapan

Mewarta.com, Makassar– Pusat Studi Gender dan Anak LP2M UIN Alauddin Makassar menerima kunjungan dari Pemda Balikpapan dalam rangka kunjungan pembelajaran pusat study gender. Prof. Djuwairiyah Ahmad selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menerima langsung kunjungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) kota Balikpapan, Jumat (08/12/2023).

Ketua LP2M Dr. Rosmini hadir dalam acara tersebut di dampingi sekretaris LP2M Prof. H. Marjuni dan beberapa tim PSGA UIN Alauddin Makassar.

Dr. Rosmini mengatakan dalam sambutannya bahwa PSGA UIN Alauddin siap berdiskusi dengan siapapun terkait gender dan anak karena merupakan hal urgen yang perlu di seriusi di Indonesia, khususnya di lingkup Perguruan Tinggi.

“Terima kasih kami ucapkan kepada rombongan Pemda Balikpapan atas kunjungannnya dan selamat datang di UIN Alauddin Makassar,” sambut mantan Kepala Pusat PSGA UIN Alauddin Makassar tersebut.

Prof Djuwairiyah Ahmad juga menyambut hangat kedatangan tamu  dari Dinas Pemberdayaan perempuan Balikpapan di UIN Alauddin Makassar. Ia mengatakan bahwa pertemuan ini semoga menjadi awal dari kerjasama antara PSGA UIN Alauddin Makassar dan Kota Balikpapan.

Sementara itu pihak dari Pemda Balikpapan dalam hal ini di wakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke UIN Alauddin Makassar adalah untuk belajar tentang pengelolaan kampus yang menangani bidang perempuan dan anak.

“Kami datang kesini di UIN Alauddin Makassar ingin belajar bagaimana caranya membentuk Pusat Studi Perempuan dan Anak di Perguruan Tinggi, karena kami diberikan tugas untuk membentuk pemberdayaan perlindungan peremuan dan anak di kampus,” terang ketua tim dari Pemda Balikpapan.

Ia melanjutkan bahwa sangat berharap nanti ada pendampingan dari UIN Alauddin Makassar di kampus-kampus Balikpapan nantinya.

“Kami berharap nanti ada pendampingan untuk pembukaan pusat Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kampus-kampus Balikpapan, bagaimana pendanaannya, dan pengelolaannya,”tutupnya.