Mengabarkan Fakta
MasukIndeks
Kampus  

LPPM UCM Menghadiri Sidang TPM 1 Program Penelitian Bappelitbangda Pemprov Sulsel

Mewarta.com. Makassar-LPPM Universitas Cokroaminoto Makassar hadir pada sidang TPM 1 program penelitian yang di laksanakan oleh Bappelitbangda Pemprov Sulsel. Dr. Muhammad Yusuf, S.Pi., M.Si. selaku ketua LPPM Universitas Cokroaminoto Makassar hadir langsung pada kegiatan tersebut, Ketua LPPM hadir ditemani Irfan Ramis, SE.,MM sebagai koordinator divisi pemberdayaan dan Malik ST, MT  selaku koordinator divisi penelitian LPPM UCM.

LPPM UCM mendapatkan 1 judul penelitian dengan menyisihkan 70 kandidat lainnya yang berasal dari perguruan tinggi lainnya.

Kegiatan penelitian ini beranggotakan 6 orang anggota peneliti 5 dari UCM dan 1 orang dari peneliti internal Bappelitbangda. Penelitian bertemakan upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir sulawesi selatan dengan fokus pada 5 wilayah kabupaten (Pangkep, Jeneponto, Luwu, Luwu utara dan Bone) yang merupakan daerah yang termasuk dalam daerah Kab/Kota prioritas penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Penelitian berdurasi 8 bulan mulai maret hingga oktober 2023.

Dr.Y sapaan Akrab Dr. Muhammad Yusuf selaku ketua LPPM UCM berharap dengan adanya kegiatan penelitian tersebut dapat di peroleh policy brief berupa upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir sulawesi selatan.

“Kita berharap dengan adanya penelitian ini UCM bisa memberikan sumbangsi positif di masyarakat,”terang Dr.Y

 

Selain itu, Ia Juga berharap dari hasil riset tersebut diharapkan terpetakan konvergensi program-program penanggulan kemiskinan yang ada di wilayah pesisir sulawesi selatan, baik yang bersumber dari APBN, APBD, maupun dari CSO/NSO (Non State Organization).

“Kami berharap dapat memperoleh faktor-faktor determinan terkait kemiskinan ekstrem yang terjadi di wilayah pesisir Sulsel khususnya di 5 kabupaten yaitu Pangkep, Jeneponto, Luwu, Luwu utara dan Bone,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *