News  

Hipnoterapis Se Sul-Sel Sukses Gelar Tudang Sipulung dan Lahirkan Tujuh Ide Penting

Takalar, Mewarta.com– Praktisi hipnoterapis se Sulsel sukses gelar tudang sipulung bertempat di pantai Sampulungan Galesong Utara, Takalar (3/12/2022). kegiatan tersebut di inisisasi oleh Risman Aris dan Heri Himawan sehingga bisa mempertemukan hipnoterapis se Sul-sel.

Heri Himawan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah ajang silaturahmi untuk memperkuat persatuan dan kekompakan Hipnoterapis se-Sul-Sel.

“Kita akan membicarakan berbagai inovasi yang harus kita perbuat agar hipnoterapi di Sul-Sel semakin maju”,katanya.

Risman Aris pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa hipnotis pada dasarnya tidak bisa digunakan pada tindak kejahatan yang diberitakan oleh banyak media, dan persepsi ini perlu diluruskan di masyarakat tentang Stigma negatif hipnosis.

“Itu bukan hipnotis tapi Gendam, prosesnya sama-sama memasuki kondisi hipnosis, bedanya hipnotis tidak bisa meminta seseorang untuk melakukan hal yang merugikan klien sedangkan gendam itu bisa membuat orang tertipu dan lainnya, tapi masyarakat terlanjur mengenal bahwa itu hipnotis,padahal itu adalah gendam,”tegasnya.

Hipnoterapis adalah media terapi untuk menangani berbagai gangguan psikis dan psikosomatik, seperti kecemasan berlebih, kecanduan bermain gadget, menaikkan dan menurunkan berat badan, depresi, trauma psikis dan lainnya.

Anggota yang hadir pada kegiatan tersebut yakni dari Pinrang, Pare-pare, Wajo Sinjai, Bulukumba, Palopo, Enrekang, Gowa dan beberapa kabupaten lainnya yang ada di Sulawesi Selatan, ungkap Siti Hartina selaku Panitia Penyelenggara.

Turut hadir Ir. Henrikus, sebagai sesepuh sekaligus perintis hipnoterapis di Sulawesi Selatan dan telah berpraktek lebih dari 15 tahun.

“Kegiatan ini sangat bagus dan harus dipertahankan kedepannya demi kemajuan hipnoterapis di Sul-Sel,”ungkapnya.

Untuk diketahui tudang sipulung melahirkan 7 Ide yang akan ditindak lanjuti sebagai hasil pertemuan. Berikut ini 7 poin tudang sipulung:

  1. Mengadakan seminar per tiga bulan sekali. Sebagai ruang berbagai ilmu dan pengalaman. Pembicaranya boleh dari anggota hipnoterapis Sul Sel.
  2. Penguatan legalitas atau surat izin praktek. Ilmu hipnoterapi telah diakui sebagai salah satu pengobatan tradisional oleh Kemenkes. Organisasi yang memiliki otoritas mengeluarkan rekomendasi sebaiknya mempermudah anggota agar bisa cepat mempunyai legalitas praktek.  Kita menginginkan para hipnoterapis aman secara hukum ketika menjalankan prakteknya.
  3. Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang ilmu hipnosis. Perlu menetralisir paradigma masyarakat terkait ilmu hipnosis. Apalagi belakangan ini hipnosis masuk kedalam jurang stigma negatif yang begitu dalam. Maka dari itu perlu Reframing paradigma masyarakat. Ilmu hypnosis mesti dipahami masyarakat sebagai ilmu yang rasional.
  4. Membangun keselarasan sesama anggota hipnoterapis. Kegiatan semacam tudang Sipulung ini mesti dirutinkan. Organisasi Hipnoterapis lakukan kolaborasi untuk peningkatan kualitas keilmuan hypnosis. Leburkan Ego organisasi dan perbanyak kolaborasi.
  5. Melakukan pengembangan ilmu hypnosis yang berbasis masyarakat. Hypnosis mesti memberikan efek langsung kepada masyarakat termasuk dalam aktivitas keseharian. Selama ilmu ilmu hipnosis dipandang ilmu yang elitis, pikiran seperti ini mesti dikurangi. Inklusifkan hypnosis untuk siapa saja.  Bisa juga bekerja sama dengan perusahaan untuk peningkatan capacity building karyawan.
  6. Mengadakan kegiatan bakti sosial, para pembicaranya dari anggota hipnoterapis sulsel yang dipilih secara bergantian. Buat seminar road show kedaerah daerah untuk mengedukasi masyarakat. Buat jadwal secepatnya, supaya idenya tidak hilang. Luwu Timur siap menjadi tuan rumah pertama.
  7. Sosialisasi kegiatan para anggota/ organisasi terus digalakkan. Salah satu yang urgent salah informasi mengenai uji kompetensi. Ini untuk menunjang para anggota untuk bisa meningkatkan diri ke jenjang yang lebih Profesional.
Penulis: Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *