Hadirkan coach Anwar, Mahasiswa KKN UINAM Angkatan 69 Gelar Seminar Hypnoparenting di Kecamatan Manuju Kab. Gowa

 

Gowa-mewarta.com. Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan 69.  Sukses menggelar seminar Hypnoparenting dengan tema Bahasa Cinta untuk Buah Hati (11/10/2022) yang diikuti  oleh kader posyandu, anggota PKK, dan anggota masyarakat Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Bertempat di aula Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Seminar ini menghadirkan pembicara dari Fakultas Tarbiyah UINAM yang juga CEO ITMT Indonesia, Trainer dan praktisi Hypnoparenting Muh Anwar. HM.

Hadir dalam seminar kali ini, Sekertaris Camat (Sekcam) Manuju Bapak Syahrir, S.Sos mewakili bapak Camat sekaligus membuka kegiatan seminar secara resmi.

“Tantangan pendidikan anak masa kini tidaklah sama dengan masa lalu kita. Selaku orang tua perlu beradaptasi dan belajar untuk mengatasi permasalahan anak masa kini yang tidak sama dengan masa kanak-kanak kita. Kegiatan ini bertujuan mengajak para orang tua untuk belajar bersama salah satunya dengan hypnoparenting. Seminar ini digelar sebagai wujud kepedulian kita kepada anak-anak,” tegas Bapak Syahrir dalam sambutannya.

Penyelenggaraan seminar ini sangat penting karena disamping meningkatkan wawasan dan pengetahuan para orang tua tentang bagaimana mendidik anak yang ideal, juga merupakan wujud kepedulian kita untuk membentuk generasi masa depan yang berkualitas. di era digital saat ini, mendidik anak dengan kekerasan, paksaan, dan tekanan sudah bukan waktunya lagi. Namun yang terpenting adalah bagaimana orang tua benar-benar dekat secara batin dengan anak-anaknya. Demikian sebaliknya anak-anak juga merasa dekat secara batin dengan orang tuanya.

Anwar yang juga sebagai penulis yang diantaranya telah menulis buku yang berjudul Parenting menyampaikan materi secara interaktif. Di sela-sela penyampaian materi seminar, Anwar menghampiri peserta untuk berdialog langsung. Banyak pertanyaan yang ingin diungkapkan peserta, namun karena keterbatasan waktu, tidak semua pertanyaan tersampaikan.

Bahkan, ada dua orang peserta yang diterapi langsung dan peserta lainnya berkesempatan menyaksikan proses terapi tersebut.

(Anwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *