Hukum, News  

3 Warga Selayar Hanyut Bersama Kapal Berkat Rahmat di Perairan Mimika, Permas Papua Minta Pihak Kapal Bertanggungjawab

Mewarta.com, Papua — Kapal Layar Motor (KLM) Berkat Rahmat yang bertolak dari Timika, Mimika, Papua Tengah, dengan tujuan Distrik Fayit, Asmat, Papua Selatan masih belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.

Diketahui sebelumnya kapal tersebut awalnya bertolak dari Timika pada Sabtu 19 November 2022, dan seharusnya sampai Distrik Fayit, Minggu 20 November 2022 sekitar pukul 21.00 WIT.

Namun, hingga Kamis (24/11/2022) kapal yang dinahkodai Muh. Dagang, serta Mansur (KKM), Kurniawan (Kelasi) dan Baharudin (Kelasi) tak kunjung tiba.

Kemudian Tim SAR Gabungan yang mendapat laporan sigap melakukan proses pencarian. Namun hingga saat ini masih nihil. Belum ada tanda – tanda keberadaan kapal tersebut.

Menanggapi insiden ini, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Masyarakat Selayar (DPD Permas) Provinsi Papua turut prihatin atas musibah yang menimpa 4 warga Sulsel dan 3 diantaranya warga Selayar yang mengaduh nasib di Timika (Papua) dikabarkan hanyut bersama KLM Berkat Rahmat menuju Fayit Asmat.

Dengan demikian, pihaknya meminta kerjasama dari Pemerintah Kabupaten Timika dan Provinsi Papua Tengah agar dapat terus meningkatkan atensi pencarian terhadap hilangnya kapal tersebut.

“Kami minta dengan sangat kepada Pemda Mimika atau Pemrov Papua Tengah untuk menurunkan kembali personil guna mencari keberadaan 4 warga kami dar Sulawesi Selatan khususnya 3 warga Selayar. Kami harap atensi pencarian tetap terus ditingkatkan sampai ada kepastian keberadaannya,” ujar Supriadi Laling.

Disamping itu, Ketua DPD Permas Papua juga meminta agar pemilik kapal dapat dimintai pertanggungjawabannya atas insiden tersebut. Apalagi dari informasi yang dihimpun oleh Permas Papua bahwa kapal yang digunakan untuk memuat bahan bangun itu sudah cukup berumur, serta tidak disertai dengan alat perlengkapan yang safety.

“Kami minta pihak kapal selaku bos dari mereka bisa ikut bertanggung jawab atas insiden ini, apalagi kapal yang digunakan tidak memiliki perlengkapan yang memadai seperti alat radio untuk komunikasi. Ini sangat disayangkan sekali tetap diberikan izin untuk berangkat,” ungkap Supriadi.

“Harusnya kapal ini memiliki alat komunikasi yang lengkap seperti radio yang bisa memberi informasi apabila terjadi hal tidak diinginkan atau dalam keadaan darurat,” tambahnya.

Meski demikian, DPD Permas Papua berharap keempat warga yang sampai saat ini belum ada kabar senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dan segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Besar harapan kami masih terus dilakukan proses pencarian, bila perlu terus tingkatkan attensinya dengan melibatkan semua pihak baik TNI dan Polri sampai ada kepastian kondisi 4 warga kami karena bisa saja mereka terdampar di suatu daerah yang tidak dijangkau oleh signal,” pungkasnya..

Sebelumnya Tim Gabungan langsung merespon cepat setelah menerima laporan bahwa sekitar pukul 21:00 WIT, KLM Berkat Rahmat berangkat dari Timika tujuan Fayit-Asmat belum sampai di tujuan. Sementara Kapal tersebut sebagaimana lazimnya bakal tiba pada (20/11/2022).

Akan tetapi, sekitar pukul 21:00 WIT kapal yang diketuai memuat bahan bangun tersebut hilang kontak dan belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.

Meski Tim SAR Gabungan telah turun melakukan pencarian selama 8 hari tapi belum ada tanda – tanda hingga dihentikan untuk sementara sambil melakukan penyebaran informasi ke semua daerah sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *